Indonesia-Tiongkok Perkuat Kerja Sama Pemberantasan Narkoba, Pengembangan Kasus Sabu 1,2 Ton di Aceh Terus Berlanjut

JAKARTA – TS.COM – Upaya pemberantasan peredaran gelap narkotika lintas negara terus diperkuat pemerintah Indonesia. Kali ini, Indonesia dan Tiongkok sepakat meningkatkan kerja sama dalam membongkar jaringan narkotika internasional, menyusul keberhasilan pengungkapan laboratorium gelap narkotika di Provinsi Aceh dengan barang bukti mencapai 1,2 ton sabu.

Mengutip postingan akun Facebook Humas Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Jumat (30/10/2026), Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si., bersama jajaran BNN menerima kunjungan delegasi National Narcotics Control Commission (NNCC) Tiongkok pada Rabu (28/10/2026).

Delegasi tersebut dipimpin Lan Weihong, Deputy Secretary General NNCC sekaligus Deputy Director General Narcotics Control Bureau Ministry of Public Security Tiongkok.

Pertemuan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi dan koordinasi kedua negara untuk memerangi peredaran narkotika yang melibatkan jaringan lintas batas.

Salah satu hasil nyata kerja sama tersebut adalah keberhasilan kolaborasi Polri, BNN, Bea dan Cukai, bersama otoritas Tiongkok dalam mengungkap laboratorium gelap narkotika di Aceh. Dalam pengungkapan itu, aparat menyita barang bukti sabu seberat 1,2 ton.

Tidak hanya berhenti di Indonesia, pengembangan kasus tersebut juga berlanjut hingga ke Tiongkok. Otoritas negara tersebut berhasil menangkap tujuh orang yang diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan narkotika yang sama.

Pengungkapan ini memperlihatkan bahwa pemberantasan narkotika tidak bisa hanya mengandalkan penindakan di dalam negeri. Pertukaran informasi intelijen dan koordinasi antarnegara menjadi kunci untuk membongkar jaringan hingga ke aktor-aktor yang berada di luar wilayah Indonesia.

Kapolri menegaskan, pemerintah Indonesia memiliki komitmen serius dalam memberantas peredaran narkotika dan akan terus mendukung upaya pemerintah Tiongkok untuk mengungkap jaringan besar di balik kejahatan tersebut.

“Kami, Pemerintah Indonesia, menyampaikan bahwa kita sangat serius untuk melakukan upaya pemberantasan narkotika di Indonesia. Dan kami juga akan senantiasa mendukung pemerintah Tiongkok dalam rangka mengungkap jaringan besarnya,” tuturnya.

Selain pengungkapan kasus di Aceh, aparat penegak hukum juga terus mengembangkan penanganan kasus narkotika di Medan yang melibatkan sebuah kapal tanker. Dalam perkara tersebut, seorang warga negara Malaysia telah diamankan dan diduga sebagai pemilik kapal.

Penyidikan terhadap sejumlah kasus tersebut masih terus dikembangkan untuk menelusuri pihak-pihak yang diduga berperan dalam pendanaan, pengiriman, hingga distribusi narkotika lintas negara.

BNN menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi bersama Polri, Bea dan Cukai, serta mitra internasional. “Langkah ini diharapkan mampu memutus mata rantai peredaran gelap narkotika sekaligus melindungi masyarakat dari ancaman bahaya narkoba.” (Red).

Sumber: Biro Humas dan Protokol BNN RI.

Related posts

Leave a Comment